February 25, 2011 New Perkenankanlah Saya Menjadi Saya!
Terus terang saja,
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak sampah yang dibuang di sungai, saya memang pernah terobsesi untuk jadi sampah.
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak jalan yang rusak dan berlubang di sana sini, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi jalan.
Dulu ketika saya belum pernah melihat payung rusak tergeletak di tong sampah, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi payung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat pohon-pohon besar ditebangi, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi pohon.
Dulu ketika saya belum pernah melihat kalau kambing ternyata gak bisa ngomong, saya memang pernah terobsesi untuk bermetamorfosis jadi kambing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah pesawat terbang jatuh, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi pesawat terbang.
Dulu ketika saya belum pernah melihat anjing saya kesulitan membuka lemari es ketika kelaparan, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi anjing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat burung-burung tinggal di dalam sangkar, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi burung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah kebakaran, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi api.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah banjir, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi air.
Tolong didukung ya!
MAKIN BANYAK YANG SEMPAT SAYA LIHAT, DENGAR, RASA DAN ALAMI, MAKIN BESARLAH KEINGINAN SAYA UNTUK MENJADI DIRI SAYA SENDIRI
Kalau toh anda tidak mampu atau belum mampu untuk mendukung, mungkin secara minimal tolong jangan pernah ganggu saya untuk menjadi diri saya sendiri secara sederhana sesuai dengan situasi kondisi serta bakat, kemampuan dan kelemahan saya.
Okay dan Terima kasih!
Perkenankanlah saya menjadi saya!
- 4 Comment(s)
- Posted under Inspirations
February 25, 2011 1/4
Nah, (sambil ngaca nih), apa yang udah aku perbuat selama 1/4 abad hidup?. Banyak sih, tapi apakah tindakanku tadi uda cukup membanggakan, setidaknya bagi orang tuaku? Itu yang bikin bingung. Aku gak tau sih ukuran membanggakan menurut ortuku itu apa? (ngeles). Tapi paling gak aku bukanlah tergolong anak yang bandel. Aku penurut banget karena aku sadar meskipun kadang mereka salah menurut cara pandangku, tapi percaya mereka tau yang terbaik buat anaknya. Mungkin, tindakanku itu udah cukup membanggakan buat mereka (semoga).:)
Ultah tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada yang istimewa, selain ucapan yang membanjiri akun Facebook, Koprol, Twitter milikku dan 2 panggilan tes kerja di 2 tempat berbeda di hari yang sama. Kejutan kecil sih karena hanya panggilan tes dan interview, yang salah satunya harus aku korbankan. Beda lagi kalo panggilan kerja, pasti akan jadi kado yang sangat istimewa.:). Tapi aku udah bersyukur, paling tidak ada progres dalam perjuanganku membahagiakan orang tua dan yang tak kalah aku syukuri adalah ucapan dari teman-teman, yang meskipun ada sebagian yang belum pernah ketemu, tapi mereka menunjukkan perhatian yang besar terhadapku, makasih teman.:). Semua ucapan dan doa-doa kalian adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan..
Selamat ulang tahun aku. 1/4 Abad untuk menjadi 1 Orang yang berguna bagi orang tua dan bumi pertiwi. :)
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Februari : Cinta, Budaya dan Kedewasaan
Udah februari aja.. Entah kenapa bulan februari selalu diidentikkan dengan bulan penuh cinta. Padahal menurutku biasa-biasa aja tuh. Gak ada yang spesial. Kalo yang kata orang tanggal 14 februari tuh hari valentine, hari kasih sayang, itu juga buat mereka yang merayakannya aja. Yang gak merayakan ya tetep biasa-biasa aja. Memang selalu ada pro dan kontra menyikapi tanggal 14 februari. Bahkan kadang sempat disangkutpautkan dengan agama. Tapi yang jelas menurutku untuk menunjukkan kasih sayang ke orang yang kita sayang itu bisa dilakukan setiap hari, gak cuma sekali dalam setahun. Pemikiran orang memang berbeda-beda dan sekali lagi ini adalah budaya orang barat dan kita tentu gak tahu apa dasar mereka menetapkan tanggal 14 februari sebagai hari kasih sayang atau kenapa mereka bikin hari kasih sayang. Yang kita lakukan disini hanya ikut-ikutan saja biar dibilang gaul getoo. Suka atau gak suka, pro maupun kontra, di luar sana banyak anak muda yang merayakannya. Biasanya dengan memberikan hadiah coklat ke orang terdekat dan biasanya pacar sebagai tanda cinta dan sayang. Hmmm..emang kasih sayang cuma buat pacar ya??.
Sekali lagi ini adalah budaya barat, budaya yang datang dari pemikiran bangsa barat yang tentu sebagian bertentangan dengan adat ketimuran yang kita junjung tinggi selama ini. Ngomongin budaya, entah kenapa anak muda jaman sekarang suka banget mendalami budaya asing. Mereka bisa all out kalo udah terserang budaya asing. Mirisnya mereka kadang sampe gak mengenal budaya-budaya asli negeri sendiri. Yang bikin miris lagi kalo ada berita negara tetangga mengklaim budaya kita, wuihh langsung mereka berkicau di twitter "jangan kau bajak budaya kita!!" "gak punya budaya sendiri apa pake ngambilin budaya orang!!" bla bla bla... Atau bikin page di facebook "gerakan satu juta facebooker menentang pembajakan budaya kita", semuanya cuma bullshit. Mereka, anak muda bangsa ini, yang secara sah dan meyakinkan memiliki budaya-budaya tersebut, cuek-cuek aja koq sama budaya itu, justru mereka asik mendalami budaya-budaya asing. Peduli cuma kalo ada yang ngeklaim, dan 90% dijamin mereka melakukan itu cuma atas dasar ikut-ikutan. Jadi jangan heran kalo bangsa lain mengklaim budaya kita sebagai budaya mereka. Mungkin mereka ingin menyelamatkan kelangsungan hidup budaya tersebut karena di bangsanya sendiri budaya itu sudah mulai dilupakan. Menyedihkan memang tapi itulah kenyataannya di negeri ini.
Kembali lagi ke 14 februari yang penuh warna pink (apaseh). Jadi ingat pas SMP dulu, pas masih labile, sekolah mengadakan razia besar-besaran, semua tas digeledah isinya, takut siswanya membawa barang-barang berdaya ledak rendah, yang siap meledakkan hati kekasihnya *eaaa. Tujuan sekolah tentu mereka gak ingin siswanya terjerumus ke dalam budaya-budaya asing yang gak jelas asal usulnya dan manfaatnya. Gak salah sih emang mendalami budaya bangsa lain. Kita bukan negara komunis yang menutup diri dari pengaruh luar, tapi kita juga harus selektif. Harus pandai memilah-milah budaya mana yang kita dalami yang sekiranya tidak bertentangan dengan adat ketimuran bangsa kita. Dan seharusnya juga kita menempatkan budaya sendiri di atas budaya-budaya luar tadi karena budaya kita adalah hasil cipta, rasa dan karsa nenek moyang kita sendiri.
Whatever lah apa yang akan terjadi di 14 februari nanti, yang jelas 4 hari setelahnya adalah hari yang spesial buatku, hari dimana kedewasaanku akan bertambah. Kedewasaan dalam ukuran usia tentunya. Karena kedewasaan dalam ukuran sikap aku gak berhak untuk menilainya. Biarkan orang lain yang melakukannya.
- 2 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Yes! I am Different...
Gak cuman itu aja. Soal musik, saat trend K Pop melanda. Bisa dipastikan semua bakal berdandan ala Korea, bikin boyband, girlband. Meskipun ada sebagian yang gak sepenuhnya boy sih. Dulu juga waktu trend emo menyerang semua berlomba-lomba meminggirkan rambutnya. Atas dasar apa mereka melakukan itu? Ikut-ikutan dan biar dibilang gaul karena udah up to date dengan trend yang ada. WTF!
Disinilah para penganut diferensialis beraksi. Mereka berlomba-lomba untuk meng-counter trend yang ada. Bukan apa-apa tapi karena di dalam darah mereka udah mengalir darah yang berbeda, darah yang emang anti sama yang namanya ikut-ikutan. Dan orang yang seperti inilah yang biasanya bisa menjadi trend setter bukan follower yang bisanya cuma ikut-ikutan. Jelas menjadi trend setter lebih membanggakan dan lebih terhormat daripada cuma menjadi follower.
Yah, bagi orang-orang yang berpaham diferensialis ini, menjadi berbeda merupakan kebanggaan. Karena mereka tau, gak semua orang bisa dan mampu menjadi berbeda.
Mengalirkah darah diferensialis di tubuhmu? Memilih menjadi kaum terhormat yang gak suka ikut-ikutan ato menjadi kaum follower yang kehilangan karakter khas karena bisanya cuma ikut-ikut? Ask to your heart!
- 6 Comment(s)
- Posted under Opinion
February 25, 2011 Malam Apa Ini??
Pertama. Mahameru dari Dewa 19. Lagunya enak sih. Jadinya diputer deh berkali-kali. Sebenarnya bukan tipe lagu pengantar tidur, tapi juga gak melow-melow amat sih. Iramanya lembut diiringi suara-suara alam plus lirik keren, bikin ngantuknya kabur..hwahh..
Lagu kedua. Mawarku punyanya Funky Kopral. Ini jelas bukan pengantar tidur yang baik. Tapi lagu inilah yang pernah aku mainkan bareng anak-anak waktu kuliah. Jadi kembali ke masa itu. Ribetnya latihan sampai suasana manggungnya masih terpatri kuat di otak waktu lagu ini mengalun. Udah deh, makin gak bisa merem...
Nah, yang ketiga ini diluar kebiasaan banget. Tak kan pernah ada miliknya Geisha. Mimpi apa aku bisa dengerin lagu ini... Tapi pas dengerin ini, mulai intro pertama otak langsung melayang ke Kebun Binatang Surabaya. Whatt?? Yah, gak tau deh. Tapi emang tempat itu yang jadi jujugan pertama otak waktu lagu ini masuk kuping. Mungkin kenangan 2 tahun yang lalu yang masih membekas dalam. Pas banget waktu itu tanggal 18 Februari 2010. Hari apa itu? Lupa. Yang jelas tanggal 18 Februari hari ultahku, tapi yg bikin hari itu spesial, apalagi kalo bukan pertemuan dengan seseorang yang pernah mengisi hatiku waktu itu. Kado indah di hari ultah. Tapi cuma sebentar sih. Lalu apa hubungannya dengan Tak Kan Pernah Ada-nya Geisha?? Gak penting sih sebenarnya, cuma pas ngobrol sempet bahas lagu itu yang menurutku mirip banget sama Pretty Boy-nya M2M. Buat ngebuktiin, dinyanyiin sama dia pelan2. Jadi deh, lagu itu punya kenangan manis bahkan sampai detik ini. Nah yang bikin miris, kebahagiaan itu cuma sebentar sekali. Gak sampai sebulan mungkin. Semua harapan-harapan manisku, semua mimpi-mimpi indahku dihancurkan dengan paksa. Yah nasib. Nasib?? Bukan!! Siapa bilang nasib?? Takdir? Gak!. Menurutku, dan kebetulan didukung oleh pernyataan di sebuah adegan film Terminator-nya Arnold Schwarzeneger, bener gak sih nulisnya?, kalo takdir, nasib, itu kita sendiri yang menentukan. Bahasa kerennya No Fate But What We Make. Jelas, takdir atau nasib itu kita sendiri yang bikin. Jadi jangan gampang menyalahkan Tuhan karena takdir atau nasib kita jelek.
Hwaah.. gimana critanya ini malah jadi ajang curhat. Yah, okedeh.. Karena besok musti beraktifitas, ngitung domba dulu...
- 1 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Konsisten
Nah, tujuan saya menulis ini adalah untuk mencoba mengaca, seperti apa sih diri saya ini? Diluar unsur subyektif atau obyektif, saya menilai diri saya ini adalah orang yang inkonsisten.. Haha.. Mengapa saya katakan demikian? ambil contoh blog ini. Sudah sebulan lebih saya tidak menulis sesuatu disini. Padahal sebagai blog pribadi harusnya sudah banyak sekali pengalaman-pengalaman dan hal-hal yang saya alami dan layak untuk dituangkan di sini dalam kurun waktu sebulan lebih ini. Tapi karena inkonsistensi itulah saya kadang merasa malas untuk memulai menulis dan membuat blog ini minim update sebulan terakhir.
Sebenarnya penting gak sih konsisten itu. Jawabnya adalah amat sangat penting sekali. Karena dengan konsistensi itu kita bisa mendalami sesuatu. Ambil contoh air yang menetes mengenai batu di bawahnya. Dalam sehari mungkin tidak ada efek berarti di batu itu. Tapi apa yang terjadi 5 tahun lagi? atau bahkan 10 tahun kemudian. Batu itu sudah bisa dipastikan akan berlubang karena terus menerus dikikis oleh tetesan air. Air yang notabene adalah benda cair dan batu yang keras pun bisa berlubang karena tetesannya. Itulah hebatnya konsistensi. Bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi hal yang sangat mungkin.
Ada juga pepatah mengatakan, tapi entah pepatahnya siapa
Dan saya berfikir, inilah ‘kaca’ saya. Konsistensi. Sesuatu yang dilakukan terus menerus, rutin dan berkesinambungan. Saya akan mencoba untuk lebih konsisten lagi dalam menulis sesuatu di sini. Dan tentu saya berharap ada sebuah atensi untuk konsistensi ini. Tapi bukan hanya dalam soal ngeblog mengeblog tetapi juga dalam semua hal di kehidupan kita penting untuk memiliki apa yang dinamakan konsistensi.
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Waktu ituuu...
Jadiii, sebelum kita menyesal di kemudian hari, sangat bijaksana rasanya kalo kita memanfaatkan waktu yang ada agar waktu tersebut menjadi hal yang berguna bagi kita. Makanya sebelum melakukan sebuah tindakan, think twice deh ato kalo perlu think three times ato think sebanyak-banyaknya lah, agar ga ada penyesalan di belakang tar..
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Wajah Baru, Semangat Baru
Mungkin sebuah kalimat yang sangat pas untuk menggambarkan perasaanku tentang blog ini. Ya, setelah berkali kali ganti tampilan, saya merasakan inilah tampilan yang sangat pas untuk blog ini. Dengan semangat yang telah saya usung sejak awal pendirian blog ini, saya yakin blog saya ini akan diterima di masyarakat dunia maya.
Bukan hal mudah memang menentukan pilihan tampilan pada sebuah blog. Selain memilih tampilan yang sesuai untuk mengakomodasi gadget-gadget yang ingin kita tampilkan di blog, tampilan template juga harus ringan, tidak membutuhkan loading lama untuk menampilkan blog secara keseluruhan, dan yang paling penting adalah bagaimana blog kita bisa ditampilkan secara optimal di berbagai browser yang sekarang semakin beragam.
Begitu juga ketika saya memilih tampilan untuk blog ini. Sudah tak terhitung berapa kali blog ini operasi plastik untuk mengubah tampilannya. Apalagi untuk orang perfectionist seperti saya, ketidaksempurnaan pada sebuah hal yang kecil saja bisa mengurangi kepuasan saya terhadap suatu hal. Dan, setelah sekian kali saya mengganti tampilan blog ini, template yang sekarang saya rasa sudah mampu mengakomodasi apa saja yang ingin saya tambahkan dalam blog ini. Mungkin masih ada kekurangan di sana sini tapi saya rasa bukan hal yang mengganggu pikiran saya. Oleh karena itu, untuk beberapa waktu ke depan, wajah blog ini akan seperti yang anda lihat sekarang. Semoga bisa anda nikmati.. :)
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Again..
Again.. atau dalam Bahasa Indonesia berarti Lagi, mungkin adalah kata yang sangat pas untuk menggambarkan sifat manusia.. Ya, sifat manusia yang tidak pernah puas akan sebuah pencapaian. Lagi, lagi dan lagi. Sifat ini juga menjalar ke saya dan blog inilah buktinya. Blog ini adalah blog ketiga yang saya miliki. Hal ini dikarenakan masih adanya rasa tidak puas pada pencapaian yang sudah saya hasilkan di blog-blog sebelumnya.. Apa itu?? Banyaknya posting yg repost. Saya harus mengakui hal itu. Pada awal-awal belajar blogging, tentu traffic tinggi adalah tujuan utama. Tapi setelah saya pikir kembali, apa gunanya traffic tinggi kalau posting yang ada di blog banyak ditemui di blog-blog yang lain. Sebuah hal yang mengherankan atau bahkan mungkin memalukan. Atas dasar pemikiran itulah saya akhirnya memutuskan membuat blog baru ini dengan harapan semua posting yang ada di dalam blog ini adalah posting saya sendiri dan tidak akan ditemui di blog-blog lain kecuali blog tersebut meng-copy dari blog saya. hehe.. Mungkin akan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa jika blog yang berasal dari pemikiran sendiri juga mendatangkan traffic yang banyak dan diakui oleh banyak orang.
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 24
Hari ini, 18 Februari 2011. Tepat 24 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku membuka mata. Untuk pertama kalinya juga aku menghirup udara. Karena di hari itulah aku dilahirkan ke dunia. 24 tahun bukanlah waktu yang singkat. Berliku-liku jalan sudah saya lewati. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu 24 tahun, fase dimana bagi semua orang, adalah fase untuk mencari kedewasaan. Kedewasaan yang oleh sebagian orang sering dibandingkan lurus dengan usia. Hal yang sebenarnya masih perlu diragukan. Banyak orang yang bertingkah kekanak-kanakan dikala usia mereka sudah diklaim dewasa, demikian juga sebaliknya. Yah, kedewasaan bukan diukur dari banyaknya usia tapi dari kedewasaan pikiran. Tetapi, lazimnya seseorang yang sudah berusia banyak akan diikuti oleh dewasanya pemikiran mereka, karena mereka telah melalui proses pendewasaan yang cukup panjang. Lalu, apakah usia 24 sudah bisa dikatakan dewasa? Bisa iya bisa juga tidak. Karena seperti yang sudah dibicarakan diatas, ukuran kedewasaan bukan dari usia tapi dari pemikiran. Kemudian muncul lagi sebuah pertanyaan, apa yang telah saya dapatkan dalam kurun 24 tahun ini? Jawabannya, banyak. Tapi menunjang proses pendewasaan atau tidak? tunggu dulu. Menilai diri sendiri memang sangat sulit, bahkan sesuatu hal yang sangat tidak mungkin. Jika kemudian muncul sebuah penilaian dari diri sendiri, bisa dipastikan penilaian itu akan bersifat subjektif. Tetapi untuk menilai pengalaman hidup yang menunjang proses pendewasaan adalah hal yang mudah untuk dilakukan bahkan secara tidak sengaja pun bisa. Bagaimana caranya? Tengok ke belakang. Jika saya menengok ke belakang, sudah banyak kejadian yang saya alami. Mulai dari pengalaman menjalin persahabatan, pertemanan, pertemuan, perpisahan, sesuatu yang menguras adrenalin dan tentu saja percintaan. Berbicara soal percintaan, bukan hal yang mudah untuk memahaminya. Sampai sekarang pun saya kesulitan untuk memahaminya meskipun sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari situ. Kegagalan masih kerap melanda. Tetapi itu sebenarnya bukanlah hal yang menyakitkan. Justru dari situlah proses pendewasaan kita muncul. Saya berpegang pada sebuah pepatah yang kemudian saya jadikan prinsip dalam hidup saya. Bukan hanya prinsip dalam percintaan tetapi juga dalam segala hal."Tidak penting berapa kali saya terjatuh, yang lebih penting adalah seberapa sering saya bangkit untuk melanjutkan kehidupan seperti sedia kala"
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Sinusitis Maxillaris (Part 2)
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside
February 25, 2011 Sinusitis Maxillaris
- 0 Comment(s)
- Posted under Heartside





