Skip to content

Krisna Prasetyo

Showing posts with label Heartside. Show all posts
Showing posts with label Heartside. Show all posts

Terus terang saja,
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak sampah yang dibuang di sungai, saya memang pernah terobsesi untuk jadi sampah.
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak jalan yang rusak dan berlubang di sana sini, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi jalan.
Dulu ketika saya belum pernah melihat payung rusak tergeletak di tong sampah, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi payung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat pohon-pohon besar ditebangi, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi pohon.
Dulu ketika saya belum pernah melihat kalau kambing ternyata gak bisa ngomong, saya memang pernah terobsesi untuk bermetamorfosis jadi kambing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah pesawat terbang jatuh, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi pesawat terbang.
Dulu ketika saya belum pernah melihat anjing saya kesulitan membuka lemari es ketika kelaparan, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi anjing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat burung-burung tinggal di dalam sangkar, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi burung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah kebakaran, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi api.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah banjir, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi air.
Tolong didukung ya!

MAKIN BANYAK YANG SEMPAT SAYA LIHAT, DENGAR, RASA DAN ALAMI, MAKIN BESARLAH KEINGINAN SAYA UNTUK MENJADI DIRI SAYA SENDIRI

Kalau toh anda tidak mampu atau belum mampu untuk mendukung, mungkin secara minimal tolong jangan pernah ganggu saya untuk menjadi diri saya sendiri secara sederhana sesuai dengan situasi kondisi serta bakat, kemampuan dan kelemahan saya.
Okay dan Terima kasih!

Perkenankanlah saya menjadi saya!

Perasaan baru kemarin deh aku posting ultahku yg ke 24 , eh ternyata sekarang udah tanggal 18 Februari lagi. Bertambah satu tahun lagi usiaku. 25 tahun atau 1/4 abad, udah bukan usia yang muda lagi memang. Kalo kata orang usia segini ini usia matang. Matang dalam pemikiran dan tindakan.
Nah, (sambil ngaca nih), apa yang udah aku perbuat selama 1/4 abad hidup?. Banyak sih, tapi apakah tindakanku tadi uda cukup membanggakan, setidaknya bagi orang tuaku? Itu yang bikin bingung. Aku gak tau sih ukuran membanggakan menurut ortuku itu apa? (ngeles). Tapi paling gak aku bukanlah tergolong anak yang bandel. Aku penurut banget karena aku sadar meskipun kadang mereka salah menurut cara pandangku, tapi percaya mereka tau yang terbaik buat anaknya. Mungkin, tindakanku itu udah cukup membanggakan buat mereka (semoga).:)
Ultah tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada yang istimewa, selain ucapan yang membanjiri akun Facebook, Koprol, Twitter milikku dan 2 panggilan tes kerja di 2 tempat berbeda di hari yang sama. Kejutan kecil sih karena hanya panggilan tes dan interview, yang salah satunya harus aku korbankan. Beda lagi kalo panggilan kerja, pasti akan jadi kado yang sangat istimewa.:). Tapi aku udah bersyukur, paling tidak ada progres dalam perjuanganku membahagiakan orang tua dan yang tak kalah aku syukuri adalah ucapan dari teman-teman, yang meskipun ada sebagian yang belum pernah ketemu, tapi mereka menunjukkan perhatian yang besar terhadapku, makasih teman.:). Semua ucapan dan doa-doa kalian adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan..
Selamat ulang tahun aku. 1/4 Abad untuk menjadi 1 Orang yang berguna bagi orang tua dan bumi pertiwi. :)


Udah februari aja.. Entah kenapa bulan februari selalu diidentikkan dengan bulan penuh cinta. Padahal menurutku biasa-biasa aja tuh. Gak ada yang spesial. Kalo yang kata orang tanggal 14 februari tuh hari valentine, hari kasih sayang, itu juga buat mereka yang merayakannya aja. Yang gak merayakan ya tetep biasa-biasa aja. Memang selalu ada pro dan kontra menyikapi tanggal 14 februari. Bahkan kadang sempat disangkutpautkan dengan agama. Tapi yang jelas menurutku untuk menunjukkan kasih sayang ke orang yang kita sayang itu bisa dilakukan setiap hari, gak cuma sekali dalam setahun. Pemikiran orang memang berbeda-beda dan sekali lagi ini adalah budaya orang barat dan kita tentu gak tahu apa dasar mereka menetapkan tanggal 14 februari sebagai hari kasih sayang atau kenapa mereka bikin hari kasih sayang. Yang kita lakukan disini hanya ikut-ikutan saja biar dibilang gaul getoo. Suka atau gak suka, pro maupun kontra, di luar sana banyak anak muda yang merayakannya. Biasanya dengan memberikan hadiah coklat ke orang terdekat dan biasanya pacar sebagai tanda cinta dan sayang. Hmmm..emang kasih sayang cuma buat pacar ya??.
Sekali lagi ini adalah budaya barat, budaya yang datang dari pemikiran bangsa barat yang tentu sebagian bertentangan dengan adat ketimuran yang kita junjung tinggi selama ini. Ngomongin budaya, entah kenapa anak muda jaman sekarang suka banget mendalami budaya asing. Mereka bisa all out kalo udah terserang budaya asing. Mirisnya mereka kadang sampe gak mengenal budaya-budaya asli negeri sendiri. Yang bikin miris lagi kalo ada berita negara tetangga mengklaim budaya kita, wuihh langsung mereka berkicau di twitter "jangan kau bajak budaya kita!!" "gak punya budaya sendiri apa pake ngambilin budaya orang!!" bla bla bla... Atau bikin page di facebook "gerakan satu juta facebooker menentang pembajakan budaya kita", semuanya cuma bullshit. Mereka, anak muda bangsa ini, yang secara sah dan meyakinkan memiliki budaya-budaya tersebut, cuek-cuek aja koq sama budaya itu, justru mereka asik mendalami budaya-budaya asing. Peduli cuma kalo ada yang ngeklaim, dan 90% dijamin mereka melakukan itu cuma atas dasar ikut-ikutan. Jadi jangan heran kalo bangsa lain mengklaim budaya kita sebagai budaya mereka. Mungkin mereka ingin menyelamatkan kelangsungan hidup budaya tersebut karena di bangsanya sendiri budaya itu sudah mulai dilupakan. Menyedihkan memang tapi itulah kenyataannya di negeri ini.
Kembali lagi ke 14 februari yang penuh warna pink (apaseh). Jadi ingat pas SMP dulu, pas masih labile, sekolah mengadakan razia besar-besaran, semua tas digeledah isinya, takut siswanya membawa barang-barang berdaya ledak rendah, yang siap meledakkan hati kekasihnya *eaaa. Tujuan sekolah tentu mereka gak ingin siswanya terjerumus ke dalam budaya-budaya asing yang gak jelas asal usulnya dan manfaatnya. Gak salah sih emang mendalami budaya bangsa lain. Kita bukan negara komunis yang menutup diri dari pengaruh luar, tapi kita juga harus selektif. Harus pandai memilah-milah budaya mana yang kita dalami yang sekiranya tidak bertentangan dengan adat ketimuran bangsa kita. Dan seharusnya juga kita menempatkan budaya sendiri di atas budaya-budaya luar tadi karena budaya kita adalah hasil cipta, rasa dan karsa nenek moyang kita sendiri.
Whatever lah apa yang akan terjadi di 14 februari nanti, yang jelas 4 hari setelahnya adalah hari yang spesial buatku, hari dimana kedewasaanku akan bertambah. Kedewasaan dalam ukuran usia tentunya. Karena kedewasaan dalam ukuran sikap aku gak berhak untuk menilainya. Biarkan orang lain yang melakukannya.

Berbeda. Apa yang ada di benak kamu waktu baca kata itu?? Lain daripada yang lain? Aneh? Freak? Yah, apapun itu yang jelas menjadi berbeda itu sulit. Harus siap lahir batin. Tapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Menjadi berbeda itu butuh keteguhan hati, butuh mental baja agar gak mudah terpengaruh sama keadaan sekitar. Dan gak selamanya berbeda itu gak baik. Now think ya, soal ngrokok, pernah aku ngliat anak SD ngrokok lewat depan rumah. Apa manfaatnya buat dia? Ngerasain enaknya rokok aja belum tentu bisa dia. Parahnya lagi gak cuman satu dua yang kayak gitu. Ada banyak anak-anak SD yang udah mulai berasap hidung dan mulutnya. Kena wabah apalagi itu kalo bukan wabah ikut-ikutan, tiru-tiru. Mereka ikut-ikutan karena menganggap yang ngrokok itu yang gaul, yang ngrokok itu yang laki, yang ngrokok itu yang sangar. Nah buat yang kebal sama wabah ini pasti gak bakal semudah itu ikut-ikutan ngrokok. Salutnya lagi kalo orang-orang yang begini ini hidupnya di tengah-tengah orang-orang yang suka tiru-tiru tadi, two thumbs up deh. Berarti mereka punya mental baja, dan orang-orang yang begini ini biasanya bangga karena mereka lain dari yang lain. Dan bukan berarti yang gak ngrokok jadi gak gaul, gak laki dan gak sangar. Bukankah laki itu harus jadi pemimpin bukan dipimpin?? Harus bisa ditiru bukan tukang tiru??
Gak cuman itu aja. Soal musik, saat trend K Pop melanda. Bisa dipastikan semua bakal berdandan ala Korea, bikin boyband, girlband. Meskipun ada sebagian yang gak sepenuhnya boy sih. Dulu juga waktu trend emo menyerang semua berlomba-lomba meminggirkan rambutnya. Atas dasar apa mereka melakukan itu? Ikut-ikutan dan biar dibilang gaul karena udah up to date dengan trend yang ada. WTF!
Disinilah para penganut diferensialis beraksi. Mereka berlomba-lomba untuk meng-counter trend yang ada. Bukan apa-apa tapi karena di dalam darah mereka udah mengalir darah yang berbeda, darah yang emang anti sama yang namanya ikut-ikutan. Dan orang yang seperti inilah yang biasanya bisa menjadi trend setter bukan follower yang bisanya cuma ikut-ikutan. Jelas menjadi trend setter lebih membanggakan dan lebih terhormat daripada cuma menjadi follower.
Yah, bagi orang-orang yang berpaham diferensialis ini, menjadi berbeda merupakan kebanggaan. Karena mereka tau, gak semua orang bisa dan mampu menjadi berbeda.
Mengalirkah darah diferensialis di tubuhmu? Memilih menjadi kaum terhormat yang gak suka ikut-ikutan ato menjadi kaum follower yang kehilangan karakter khas karena bisanya cuma ikut-ikut? Ask to your heart!

Hari Selasa dini hari tanggal 6 bulan Desember tahun 2011, posting dulu, karena malam gambar pun hitam doank..:D Seperti biasa, belum tidur. Nonton TV jadi rutinitas malam menjelang pagi. Tapi hingga pagi menjelang, mata belum juga mau diajak merem. Akhirnya ambil hape, pasang headset, muter lagu2 lama. Mahameru-nya Dewa 19, Mawarku-nya Funky Kopral, sampai Tak Kan Pernah Ada-nya Geisha masuk dalam playlist. Celakanya, karena lagu2 ini mata tambah gak bisa diajak merem. Bukannya ngerock dengan beat gitar yang garang, lagu-lagu di atas gak ngebeat2 banget, lazimnya juga buat pengantar tidur, tapi entah mengapa pikiran malah melayang-layang saat denger lagu-lagu ini. Mungkin bisa ditelaah satu-satu kali ya, mengapa lagu2 di atas malah bikin gak tidur semaleman.
Pertama. Mahameru dari Dewa 19. Lagunya enak sih. Jadinya diputer deh berkali-kali. Sebenarnya bukan tipe lagu pengantar tidur, tapi juga gak melow-melow amat sih. Iramanya lembut diiringi suara-suara alam plus lirik keren, bikin ngantuknya kabur..hwahh..
Lagu kedua. Mawarku punyanya Funky Kopral. Ini jelas bukan pengantar tidur yang baik. Tapi lagu inilah yang pernah aku mainkan bareng anak-anak waktu kuliah. Jadi kembali ke masa itu. Ribetnya latihan sampai suasana manggungnya masih terpatri kuat di otak waktu lagu ini mengalun. Udah deh, makin gak bisa merem...
Nah, yang ketiga ini diluar kebiasaan banget. Tak kan pernah ada miliknya Geisha. Mimpi apa aku bisa dengerin lagu ini... Tapi pas dengerin ini, mulai intro pertama otak langsung melayang ke Kebun Binatang Surabaya. Whatt?? Yah, gak tau deh. Tapi emang tempat itu yang jadi jujugan pertama otak waktu lagu ini masuk kuping. Mungkin kenangan 2 tahun yang lalu yang masih membekas dalam. Pas banget waktu itu tanggal 18 Februari 2010. Hari apa itu? Lupa. Yang jelas tanggal 18 Februari hari ultahku, tapi yg bikin hari itu spesial, apalagi kalo bukan pertemuan dengan seseorang yang pernah mengisi hatiku waktu itu. Kado indah di hari ultah. Tapi cuma sebentar sih. Lalu apa hubungannya dengan Tak Kan Pernah Ada-nya Geisha?? Gak penting sih sebenarnya, cuma pas ngobrol sempet bahas lagu itu yang menurutku mirip banget sama Pretty Boy-nya M2M. Buat ngebuktiin, dinyanyiin sama dia pelan2. Jadi deh, lagu itu punya kenangan manis bahkan sampai detik ini. Nah yang bikin miris, kebahagiaan itu cuma sebentar sekali. Gak sampai sebulan mungkin. Semua harapan-harapan manisku, semua mimpi-mimpi indahku dihancurkan dengan paksa. Yah nasib. Nasib?? Bukan!! Siapa bilang nasib?? Takdir? Gak!. Menurutku, dan kebetulan didukung oleh pernyataan di sebuah adegan film Terminator-nya Arnold Schwarzeneger, bener gak sih nulisnya?, kalo takdir, nasib, itu kita sendiri yang menentukan. Bahasa kerennya No Fate But What We Make. Jelas, takdir atau nasib itu kita sendiri yang bikin. Jadi jangan gampang menyalahkan Tuhan karena takdir atau nasib kita jelek.
Hwaah.. gimana critanya ini malah jadi ajang curhat. Yah, okedeh.. Karena besok musti beraktifitas, ngitung domba dulu...

Kata orang, mengkritik itu mudah. Karena kita bisa menjudge seseorang dari sudut pandang kita sendiri. Pertanyaannya, apakah bisa kita mengkritik diri kita sendiri?? Hal yang sulit memang, karena hanya sedikit orang yang bisa memandang kekurangannya sendiri. Dan lebih sedikit lagi orang yang bisa memandang dirinya sendiri dengan obyektif.
Nah, tujuan saya menulis ini adalah untuk mencoba mengaca, seperti apa sih diri saya ini? Diluar unsur subyektif atau obyektif, saya menilai diri saya ini adalah orang yang inkonsisten.. Haha.. Mengapa saya katakan demikian? ambil contoh blog ini. Sudah sebulan lebih saya tidak menulis sesuatu disini. Padahal sebagai blog pribadi harusnya sudah banyak sekali pengalaman-pengalaman dan hal-hal yang saya alami dan layak untuk dituangkan di sini dalam kurun waktu sebulan lebih ini. Tapi karena inkonsistensi itulah saya kadang merasa malas untuk memulai menulis dan membuat blog ini minim update sebulan terakhir. Smile
Sebenarnya penting gak sih konsisten itu. Jawabnya adalah amat sangat penting sekali. Karena dengan konsistensi itu kita bisa mendalami sesuatu. Ambil contoh air yang menetes mengenai batu di bawahnya. Dalam sehari mungkin tidak ada efek berarti di batu itu. Tapi apa yang terjadi 5 tahun lagi? atau bahkan 10 tahun kemudian. Batu itu sudah bisa dipastikan akan berlubang karena terus menerus dikikis oleh tetesan air. Air yang notabene adalah benda cair dan batu yang keras pun bisa berlubang karena tetesannya. Itulah hebatnya konsistensi. Bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi hal yang sangat mungkin.
Ada juga pepatah mengatakan, tapi entah pepatahnya siapa Smile, yang berbunyi ‘konsistensi itu membuahkan atensi’. Dari situ kita sudah bisa mengambil makna dari kata tersebut. Yaitu sesuatu yang dilakukan secara terus menerus akan mendatangkan perhatian terhadap sesuatu tersebut. Dan perhatian itu bisa bermacam-macam maknanya tentu bergantung kepada apa ‘sesuatu’ itu.
Dan saya berfikir, inilah ‘kaca’ saya. Konsistensi. Sesuatu yang dilakukan terus menerus, rutin dan berkesinambungan. Saya akan mencoba untuk lebih konsisten lagi dalam menulis sesuatu di sini. Dan tentu saya berharap ada sebuah atensi untuk konsistensi ini. Tapi bukan hanya dalam soal ngeblog mengeblog tetapi juga dalam semua hal di kehidupan kita penting untuk memiliki apa yang dinamakan konsistensi.

Banyak sudah yang bilang kalo waktu itu adalah uang. Tapi menurutku malah lebih berharga daripada uang. Bagaimana tidak, kalo kita kehilangan uang, bisa dengan mudah mendapatkannya kembali. Tapi bagaimana jika kita kehilangan waktu? apa kita bisa mengembalikan waktu yang terbuang itu? Kalo Superman mungkin bisa dengan memutarbalikkan bumi agar waktu bisa kembali ke masa lalu, tapiii apa kita mempunyai kemampuan itu?? Lagian itu juga hanya cerita fiksi..
Jadiii, sebelum kita menyesal di kemudian hari, sangat bijaksana rasanya kalo kita memanfaatkan waktu yang ada agar waktu tersebut menjadi hal yang berguna bagi kita. Makanya sebelum melakukan sebuah tindakan, think twice deh ato kalo perlu think three times ato think sebanyak-banyaknya lah, agar ga ada penyesalan di belakang tar..

Mungkin sebuah kalimat yang sangat pas untuk menggambarkan perasaanku tentang blog ini. Ya, setelah berkali kali ganti tampilan, saya merasakan inilah tampilan yang sangat pas untuk blog ini. Dengan semangat yang telah saya usung sejak awal pendirian blog ini, saya yakin blog saya ini akan diterima di masyarakat dunia maya.
Bukan hal mudah memang menentukan pilihan tampilan pada sebuah blog. Selain memilih tampilan yang sesuai untuk mengakomodasi gadget-gadget yang ingin kita tampilkan di blog, tampilan template juga harus ringan, tidak membutuhkan loading lama untuk menampilkan blog secara keseluruhan, dan yang paling penting adalah bagaimana blog kita bisa ditampilkan secara optimal di berbagai browser yang sekarang semakin beragam.
Begitu juga ketika saya memilih tampilan untuk blog ini. Sudah tak terhitung berapa kali blog ini operasi plastik untuk mengubah tampilannya. Apalagi untuk orang perfectionist seperti saya, ketidaksempurnaan pada sebuah hal yang kecil saja bisa mengurangi kepuasan saya terhadap suatu hal. Dan, setelah sekian kali saya mengganti tampilan blog ini, template yang sekarang saya rasa sudah mampu mengakomodasi apa saja yang ingin saya tambahkan dalam blog ini. Mungkin masih ada kekurangan di sana sini tapi saya rasa bukan hal yang mengganggu pikiran saya. Oleh karena itu, untuk beberapa waktu ke depan, wajah blog ini akan seperti yang anda lihat sekarang. Semoga bisa anda nikmati.. :)

Again.. atau dalam Bahasa Indonesia berarti Lagi, mungkin adalah kata yang sangat pas untuk menggambarkan sifat manusia.. Ya, sifat manusia yang tidak pernah puas akan sebuah pencapaian. Lagi, lagi dan lagi. Sifat ini juga menjalar ke saya dan blog inilah buktinya. Blog ini adalah blog ketiga yang saya miliki. Hal ini dikarenakan masih adanya rasa tidak puas pada pencapaian yang sudah saya hasilkan di blog-blog sebelumnya.. Apa itu?? Banyaknya posting yg repost. Saya harus mengakui hal itu. Pada awal-awal belajar blogging, tentu traffic tinggi adalah tujuan utama. Tapi setelah saya pikir kembali, apa gunanya traffic tinggi kalau posting yang ada di blog banyak ditemui di blog-blog yang lain. Sebuah hal yang mengherankan atau bahkan mungkin memalukan. Atas dasar pemikiran itulah saya akhirnya memutuskan membuat blog baru ini dengan harapan semua posting yang ada di dalam blog ini adalah posting saya sendiri dan tidak akan ditemui di blog-blog lain kecuali blog tersebut meng-copy dari blog saya. hehe.. Mungkin akan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa jika blog yang berasal dari pemikiran sendiri juga mendatangkan traffic yang banyak dan diakui oleh banyak orang.


Hari ini, 18 Februari 2011. Tepat 24 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku membuka mata. Untuk pertama kalinya juga aku menghirup udara. Karena di hari itulah aku dilahirkan ke dunia. 24 tahun bukanlah waktu yang singkat. Berliku-liku jalan sudah saya lewati. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu 24 tahun, fase dimana bagi semua orang, adalah fase untuk mencari kedewasaan. Kedewasaan yang oleh sebagian orang sering dibandingkan lurus dengan usia. Hal yang sebenarnya masih perlu diragukan. Banyak orang yang bertingkah kekanak-kanakan dikala usia mereka sudah diklaim dewasa, demikian juga sebaliknya. Yah, kedewasaan bukan diukur dari banyaknya usia tapi dari kedewasaan pikiran. Tetapi, lazimnya seseorang yang sudah berusia banyak akan diikuti oleh dewasanya pemikiran mereka, karena mereka telah melalui proses pendewasaan yang cukup panjang. Lalu, apakah usia 24 sudah bisa dikatakan dewasa? Bisa iya bisa juga tidak. Karena seperti yang sudah dibicarakan diatas, ukuran kedewasaan bukan dari usia tapi dari pemikiran. Kemudian muncul lagi sebuah pertanyaan, apa yang telah saya dapatkan dalam kurun 24 tahun ini? Jawabannya, banyak. Tapi menunjang proses pendewasaan atau tidak? tunggu dulu. Menilai diri sendiri memang sangat sulit, bahkan sesuatu hal yang sangat tidak mungkin. Jika kemudian muncul sebuah penilaian dari diri sendiri, bisa dipastikan penilaian itu akan bersifat subjektif. Tetapi untuk menilai pengalaman hidup yang menunjang proses pendewasaan adalah hal yang mudah untuk dilakukan bahkan secara tidak sengaja pun bisa. Bagaimana caranya? Tengok ke belakang. Jika saya menengok ke belakang, sudah banyak kejadian yang saya alami. Mulai dari pengalaman menjalin persahabatan, pertemanan, pertemuan, perpisahan, sesuatu yang menguras adrenalin dan tentu saja percintaan. Berbicara soal percintaan, bukan hal yang mudah untuk memahaminya. Sampai sekarang pun saya kesulitan untuk memahaminya meskipun sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari situ. Kegagalan masih kerap melanda. Tetapi itu sebenarnya bukanlah hal yang menyakitkan. Justru dari situlah proses pendewasaan kita muncul. Saya berpegang pada sebuah pepatah yang kemudian saya jadikan prinsip dalam hidup saya. Bukan hanya prinsip dalam percintaan tetapi juga dalam segala hal.
"Tidak penting berapa kali saya terjatuh, yang lebih penting adalah seberapa sering saya bangkit untuk melanjutkan kehidupan seperti sedia kala"
Bangkit dari jatuh, mungkin suatu hal yang sangat sulit sekali untuk dilakukan. Tapi dari situlah saya mendapatkan sebuah nilai dari proses pendewasaan. Sering kita mendengar banyak orang yang mengakhiri hidup mereka karena sebuah kegagalan. Entah kegagalan dalam pekerjaan, pendidikan atau percintaan. Saya pun tidak habis pikir, apa yang ada dalam pikiran mereka sehingga mereka lebih memilih mengakhiri semuanya ketimbang memulainya kembali dari awal. Yah mungkin hanya mereka dan Tuhan yang tahu.Tapi itu jelas sangat bertentangan dengan prinsip hidup saya.
Saya mempunyai sebuah analog tentang sebuah kehidupan. Saya menganalogkan sseorang pembalap. Sirkuit balap mungkin sama dengan jalan hidup kita. Adakalanya kita berjalan lurus. Adakalanya juga kita harus mengerem mendadak, berbelok ke kiri ke kanan dst. Seorang pembalap pasti mempunyai teknik dalam melibas tikungan yang disebut Racing Lane. Sebuah garis imajiner yang menggambarkan teknik seorang pembalap dalam melewati tikungan. Racing lane bukanlah sebuah garis yang sengaja dibuat untuk memandu seorang pembalap melainkan sebuah garis yang muncul dari intuisi pembalap tersebut. Racing lane diambil seorang pembalap untuk menjaga akselerasi mereka agar tidak terlalu lama dalam melewati tikungan. Inilah yang kemudian saya analogikan dalam kehidupan. Dalam melewati sebuah kehidupan yang berliku, kita pun harus mempunyai Racing lane yang menggambarkan teknik kita dalam melibas masalah dalam hidup kita. Kita harus selalu menjaga akselerasi kita dalam melewati rintangan agar kita tidak terlalu berlarut-larut dalam meratapi kegagalan. Layaknya seorang pembalap yang mengambil racing lane untuk berakselerasi setelah keluar dari tikungan, kita pun harus berakselerasi secepatnya untuk keluar dari masalah. Dalam hidup, kita sebut saja Life Lane. Sebuah teknik untuk menjaga akselerasi kita dalam melewati lika-liku kehidupan.
Itulah sekelumit kisah tentang saya dan kehidupan saya selama 24 tahun di dunia ini. Semoga kita, atau setidaknya saya, bisa mengambil pelajaran dari tulisan di atas.
Sebagai penutup, saya mengucapkan pada diri saya sendiri, Selamat Ulang Tahun yang ke 24. Semoga di usia yang semakin bertambah ini tingkat kedewasaan saya juga semakin bertambah. Amin..


Nah... ini sambungan dari posting sebelumnya tentang sinusitis maxillaris. Setelah pada posting sebelumnya aku udah njelasin panjang x lebar x tinggi (lho??), sekarang akan aku jelasin, atau lebih tepatnya ceritain, tentang bagaimana penanganan medis kalau, setelah dilakukan pemeriksaan, positif ada cairan masuk ke rongga sinus, dalam hal ini rongga sinus maxilla (terdapat di kedua sisi pipi). Seperti udah aku tulis di posting sebelumnya, hari ini adalah hari yg akan ku inget sepanjang hidup. Kenapa? karena pada hari ini, tanggal 12 Oktober 2010, aku akhirnya menjalani operasi pengangkatan cairan di rongga Sinus Maxilla (Sinusitis Maxillaris). Bertempat di RSUD dr. Saiful Anwar Malang, operasi dilakukan tepat pukul 11.15 WIB setelah melalui serangkaian tes pra operasi, antara lain tes alergi, yg dilakukan untuk mengetahui apakah pasien memiliki alergi terhadap suatu jenis barang/obat tertentu atau tidak. Setelah proses tes alergi selesai pada pukul 10.30, aku langsung bergegas pergi ke Ruang 21(yg jelas bukan 21 tempat nonton film di mall-mall), untuk segera dilakukan tindakan medis berupa operasi irigasi rongga sinus maxilla. Penanganan pertama adalah memberikan obat bius ringan pada kedua lubang hidung. Selanjutnya aku disuruh menunggu sekitar setengah jam agar obat bius tadi bekerja. Setelah setengah jam lamanya aku menunggu, mulai deh tindakan medis dilakukan. Pertama, tentu, aku disuruh pake baju khas operasi, baju panjang warna hijau, yg jadi kelihatan serem kalau dipake di ruang operasi. Setelah itu aku disuruh duduk di sebuah kursi yg berlampu besar di atasnya (syereeemm). Udah duduk manis, hidungku disemprot dg obat bius keras. Obat inilah yg membuat hidungku mati rasa. Parahnya cairan itu menetes ke bibir dan lidah. Alhasil, bibir dan lidah ikutan mati rasa. Setelah dokter meyakinkan bahwa hidungku udah mati rasa, mulai deh operasi dilakukan. Tapi sebelumnya mataku ditutup pake kain. Kata dokternya sih biar gak takut. Aku pasrah aja deh. Setelah dokter meyakinkan kalau aku udah ga bisa liat, mulai hidungku digorok-gorok (aaahhhh....). Pada saat semua peralatan dokter menyentuh bagian dalam hidungku, emang ga kerasa apa-apa, tetapi pas sebuah benda tumpul mulai mencoba menggedor tulang di pipiku, pipi serasa remuk. Ya, itulah rongga sinus yg di dalamnya terdapat cairan tadi. Dokter mencoba membuat 'jalan' untuk memasukkan selang yg selanjutnya akan dialiri air masuk ke dalam rongga sinus tadi. Ternyata membuat 'jalan' tadi sama sulitnya dg saat Daendels membuat jalan antara Anyer-Panarukan (sok sejarawan). Saat itu sebuah benda dipaksa untuk bisa masuk menembus tulang di pipiku. Saat benda itu dipaksa masuk terdengar suara "krek" tanda benda tadi udah berhasil membobol tulang di pipiku tadi (hooreeeee...). Setelah 'jalan' dibuat, selang mulai dimasukkan. Hidungku dialiri lebih dari segalon air (hwaduhhh). Setelah terasa ada cairan masuk ke dalam pipiku, seketika itu juga cairan tadi keluar dari hidungku. Hampir 5X hidungku dialiri air. Setelah dipastikan cairan tadi keluar semua, tak lupa juga dimasukkan obat (kata dokternya sih)ke dalamnya. Selang dilepas dan hidungku dimasukin kapas sampe menembus bagian pangkal hidung dan operasi dinyatakan selesai. Uppss,, itu untuk yg kiri, yg kanan belum mas (kata dokternya). Ya, pada hari ini dilakukan 2X operasi di 2 lubang hidungku karena menurut hasil foto rontgen diketahui aku menderita Sinusitis Maxillaris pada kedua sisi atau istilah kerennya Sinusitis Maxillaris Bilateral. Jadiiii.... tindakan medis tadi dilakukan kembali persis seperti di atas, tetapi pada lubang hidungku yg sebelah kanan. Penderitaan belum usai (pikirku).. Setelah hampir setengah jam aku berjuang di dalam kamar operasi, operasi akhirnya dinyatakan selesai total. Hidungku dimasukin kapas pada kedua lubang. Alhasil, napas pun susah. Apalagi buat nelan, butuh perjuangan. Setelah itu, cairan campur darah terus menerus keluar dari hidung. Sampe sama susternya dikasih segebok kain kassa buat persediaan kalau terus keluar cairan dari hidungku (trims sust). Akhirnya, setelah ribet mengurus obat, pukul 14.30 tettt, aku keluar dari Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang dg terus menempelkan kain kassa di hidungku yg telah berisi kapas di dua lubangnya (mirip m*yat... Hiiiiiiii......). Dan selama perjalanan pulang, kain kassa tadi masih terus dibasahi cairan dan sedikit darah dari hidungku. Sampe rumah, sekitar pukul 16.00 tettt, kapas di dalam hidung aku lepas, dan nafas lega pun aku hela untuk pertama kali (hiyyaaa). Tetapi seperti layaknya seseorang yg baru dilukai, rasa sakit itu masih akan terasa. Sampe aku menulis posting ini, sekitar pukul 22.30, rasa ngilu masih terasa di tulang kedua pipi. Tapi lega rasanya, semua berjalan lancar hari ini, meskipun ada sedikit ganjalan. Apa itu???? Aku dijadwalkan untuk menjalani operasi serupa, Selasa pekan depan. Ampuuunnnn..... sekali aja udah kuapookkk, mau nambah lagi.. Ampunnn Dokterrrr..... Tapi demi kesehatan, apapun akan kutempuh..
Finally, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita. Kita menyadari kalau untuk sehat ternyata membutuhkan perjuangan tanpa lelah dan tanpa rasa takut. Untuk itu, lebih bijaksana rasanya kalau kita menjaga kesehatan sejak dini, sebelum semuanya terlambat..

Akhirnya, FIGHT AGAIN FOR THE NEXT SURGERY..


wew... apa tuh??? mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, apakah sinusitis maxillaris itu??? Terus terang aku pun gak tau apa tuh sinusitis, tapi kebetulan sekarang aku menderita penyakit itu, jadi mau gak mau harus mencari tahu. Menurut beberapa sumber, Sinusitis merupakan suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus paranasal. Akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan atau kerusakan tulang di bawahnya.
Sinus paranasal adalah rongga-rongga yang terdapat pada tulang-tulang di wajah. Terdiri dari sinus frontal (di dahi), sinus etmoid (pangkal hidung), sinus maksila (pipi kanan dan kiri), sinus sfenoid (di belakang sinus etmoid).
Jenis sinusitis ada beberapa yaitu :
1. Sinusitis maxillaris biasanya bikin nyeri di pipi dan gigi atas
2. Sinusitis frontalis biasanya nongkrong di dahi bawah dan alis mata
3. Sinusitis sphenoid kerjanya menyiksa belakang mata, puncak kepala, dan pelipis. olehnya itu dia dijuluki  “Sinu kejam”
4. Sinusitis ethmoid mempunyai daerah yang paling sedikit, ia hanya ada di balik mata.
Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Sinusitis maxillaris sendiri bisa disebankan alergi atau infeksi odontogen yang kronis. Ceritanya, gigi yang berlubang karena kuman dan tidak dirawat dengan benar akan mengakibatkan radang di daerah akar gigi (di dalam gusi). Keradangan yang tidak dirawat tuntas dan tidak dihilangkan penyebabnya akan meluas dan berlanjut menjadi bernanah.
Ujung akar gigi belakang kiri dan kanan atas, terutama gigi geraham paling depan, menempel persis di bawah rongga di bawah hidung (sinus maxillaris). Apabila gigi tersebut berlubang dan tidak dirawat, akan terjadi radang pada bagian bawah (lantai) sinus maxillaris. Radang itulah yang mengakibatkan timbulnya lendir di dalam rongga hidung. Sehingga, akan terus-menerus ingusan. Ciri2 lainnya bau mulut tak sedap, lendir yang timbul berbau, rasa nyeri di daerah pipi dan gigi yang terinfeksi.
Nah, inilah yang dimaksud dengan judul di atas. Penyakit ini pula yang menyerangku sekarang. Bolak balik Rumah Sakit pun aku lakoni demi kata sembuh. Setelah proses konsultasi, aku dianjurkan untuk operasi pengangkatan cairan yang nyasar ke rongga sinus tepatnya di pipi. Penyebabnya diduga karena gigi berlubang pada geraham atas. Aku pun dianjurkan lagi untuk menjalani foto panoramic, sejenis foto rontgen khusus untuk gigi. Setelah hasil foto jadi, diketahui ada 3 gigiku yg berlubang, dan sekali lagi dianjurkan untuk dicabut. Itu merupakan persyaratan untuk menjalani operasi pengangkatan cairan tersebut. Tetapi setelah konsultasi dengan dokter THT ternyata persyaratan dari gigi tidak diperlukan. Operasi bisa dilakukan dengan hanya menyertakan hasil tes laboratorium. Dan kemarin, tgl 07 Oktober 2010 hasil tes lab keluar dan langsung aku serahkan dokter THT, setelah melihat hasilnya normal semua, aku langsung dijadwal untuk menjalani operasi. Dan, kabar itu pun datang, dan semakin mendekati kenyataan. Operasi dijadwalkan dilakukan pada hari selasa tgl 12 Oktober 2010. Wuihhh,, kayaknya nih hari bakal terus aku inget sepanjang hidup. Dan sekarang, apa yg ada di pikiranku??? cuma perasaan merinding. hiiiiiiiiiii........

Tapi ada hikmah besar dari kejadian ini. Karena diketahui penyebab timbulnya cairan di rongga sinusku adalah karena infeksi yang disebabkan oleh gigi berlubang, maka sejak saat ini aku berjanji akan rajin menggosok gigi. hehehe.... dan bagi pembaca, sebelum semuanya terlambat, aku sarankan untuk serajin mungkin gosok gigi. karena apapun bisa terjadi jika infeksi yang disebabkan gigi berlubang, menyebar ke organ2 penting tubuh.

oia, sebelumnya aku minta doanya agar proses operasi tgl 12 Oktober 2010 selasa depan berjalan lancar. Dan aku bisa membagi pengalamanku saat berada di ruang operasi yang tentunya, unforgettable moment..
FIGHT FOR HEALTHY