Skip to content

Krisna Prasetyo


Udah februari aja.. Entah kenapa bulan februari selalu diidentikkan dengan bulan penuh cinta. Padahal menurutku biasa-biasa aja tuh. Gak ada yang spesial. Kalo yang kata orang tanggal 14 februari tuh hari valentine, hari kasih sayang, itu juga buat mereka yang merayakannya aja. Yang gak merayakan ya tetep biasa-biasa aja. Memang selalu ada pro dan kontra menyikapi tanggal 14 februari. Bahkan kadang sempat disangkutpautkan dengan agama. Tapi yang jelas menurutku untuk menunjukkan kasih sayang ke orang yang kita sayang itu bisa dilakukan setiap hari, gak cuma sekali dalam setahun. Pemikiran orang memang berbeda-beda dan sekali lagi ini adalah budaya orang barat dan kita tentu gak tahu apa dasar mereka menetapkan tanggal 14 februari sebagai hari kasih sayang atau kenapa mereka bikin hari kasih sayang. Yang kita lakukan disini hanya ikut-ikutan saja biar dibilang gaul getoo. Suka atau gak suka, pro maupun kontra, di luar sana banyak anak muda yang merayakannya. Biasanya dengan memberikan hadiah coklat ke orang terdekat dan biasanya pacar sebagai tanda cinta dan sayang. Hmmm..emang kasih sayang cuma buat pacar ya??.
Sekali lagi ini adalah budaya barat, budaya yang datang dari pemikiran bangsa barat yang tentu sebagian bertentangan dengan adat ketimuran yang kita junjung tinggi selama ini. Ngomongin budaya, entah kenapa anak muda jaman sekarang suka banget mendalami budaya asing. Mereka bisa all out kalo udah terserang budaya asing. Mirisnya mereka kadang sampe gak mengenal budaya-budaya asli negeri sendiri. Yang bikin miris lagi kalo ada berita negara tetangga mengklaim budaya kita, wuihh langsung mereka berkicau di twitter "jangan kau bajak budaya kita!!" "gak punya budaya sendiri apa pake ngambilin budaya orang!!" bla bla bla... Atau bikin page di facebook "gerakan satu juta facebooker menentang pembajakan budaya kita", semuanya cuma bullshit. Mereka, anak muda bangsa ini, yang secara sah dan meyakinkan memiliki budaya-budaya tersebut, cuek-cuek aja koq sama budaya itu, justru mereka asik mendalami budaya-budaya asing. Peduli cuma kalo ada yang ngeklaim, dan 90% dijamin mereka melakukan itu cuma atas dasar ikut-ikutan. Jadi jangan heran kalo bangsa lain mengklaim budaya kita sebagai budaya mereka. Mungkin mereka ingin menyelamatkan kelangsungan hidup budaya tersebut karena di bangsanya sendiri budaya itu sudah mulai dilupakan. Menyedihkan memang tapi itulah kenyataannya di negeri ini.
Kembali lagi ke 14 februari yang penuh warna pink (apaseh). Jadi ingat pas SMP dulu, pas masih labile, sekolah mengadakan razia besar-besaran, semua tas digeledah isinya, takut siswanya membawa barang-barang berdaya ledak rendah, yang siap meledakkan hati kekasihnya *eaaa. Tujuan sekolah tentu mereka gak ingin siswanya terjerumus ke dalam budaya-budaya asing yang gak jelas asal usulnya dan manfaatnya. Gak salah sih emang mendalami budaya bangsa lain. Kita bukan negara komunis yang menutup diri dari pengaruh luar, tapi kita juga harus selektif. Harus pandai memilah-milah budaya mana yang kita dalami yang sekiranya tidak bertentangan dengan adat ketimuran bangsa kita. Dan seharusnya juga kita menempatkan budaya sendiri di atas budaya-budaya luar tadi karena budaya kita adalah hasil cipta, rasa dan karsa nenek moyang kita sendiri.
Whatever lah apa yang akan terjadi di 14 februari nanti, yang jelas 4 hari setelahnya adalah hari yang spesial buatku, hari dimana kedewasaanku akan bertambah. Kedewasaan dalam ukuran usia tentunya. Karena kedewasaan dalam ukuran sikap aku gak berhak untuk menilainya. Biarkan orang lain yang melakukannya.

2 Comment(s):

  1. Permalink #
    Peppy said

    Hmmm.. Sekali lagi ikut-ikutan..
    Walo pun gue punya pacar ato gag gue gag pernah tuh ngerayain namaya valentine, menurut gue kasih sayang itu bisa di berikan kapanpun dimanapun, ga mesti tanggal 14 lagian gag cocok ama gue juga tuh valentine kenapa? gue orang yang apa adanya dan spontan, kalo emang gue mau ngasih sebatang coklat ya gue kasih aja tuh hari itu juga gag mesti nunggu 14 februari ato hari-hari spesial lainya.. Semua hari bagi gue spesial, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil dari tiap hari-hari itu...
    Dan mengenai budaya, emang gue gag terlalu paham dengan budaya, ada memang perasaan marah waktu budaya di klaim bangsa lain, sempet gue berkoar-koar dulu, tapi gue terus mikir, sama dengan pemikiran diatas waktu itu buat apa berkoar-koar sedangkan diri gue aja masih gag paham budaya sendiri.. Miris..
    Intinya gue setuju ama pemikiran di atas...

  2. Permalink #
    Unknown said

    iyaa.. setuju banget ma pendapatmu.. orang mau sayang ke orang lain kq nunggu tgl 14.. keburu basi sayangnya..:)

Leave A Reply

Important : If you're looking for further clarification, advice or support, please address by email.