Skip to content

Krisna Prasetyo

Lambang apa nih?? Tenang, “K” isn’t referring to Krizna :D. Kalo ngliat warna ijo khasnya dan bentuk huruf “K” nya, semua orang pasti uda bisa nebak ini adalah lambang Yahoo! Koprol. Yah, inilah jejaring sosial yang tergolong baru yang dibesut raksasa website Yahoo! Inc. Hari gini sapa sih yang ga kenal Koprol? Mungkin sebagian dari kita uda punya akun di situs yang beralamat di www.koprol.com ini. Sekilas Koprol seperti ga ada bedanya dengan jejaring sosial lainnya yang lebih dulu hadir di Indonesia. Fitur standard Update Status masih menjadi senjata utama jejaring sosial ini, meskipun terkesan lebih singkat dengan 140 karakternya dan tanpa dukungan dari pihak luar. Tapi ada yang membuat Koprol ini berbeda dengan jejaring sosial lainnya, kalau bisa saya bilang sebuah terobosan, yaitu adanya fitur Place. Sebuah fitur yang memungkinkan kita menambahkan tempat-tempat favorit untuk kemudian dijadikan petunjuk sedang dimana kita sekarang. Mungkin harapan dari Koprol sendiri adalah agar teman-teman kita tau, kita sedang dimana sih waktu update status ini dan memberikan gambaran, seberapa jauh sih teman kita ini. Selanjutnya tempat-tempat ini bisa kita share ke teman-teman dan mereka akan memberikan semacam rating yang menunjukkan rasa suka atau tidak suka terhadap tempat tersebut. Kita pun bisa menciptakan place-place baru, entah itu rumah kita, kamar kita, sekolah SD kita dulu atau apa saja, tentunya dengan melalui sebuah mekanisme yang saya sendiri ga tau mekanisme itu seperti apa :p..
Masih ada satu lagi yang menurut saya, lagi-lagi sebuah terobosan di dalam dunia per-jejaringsosial-an negeri ini. Adanya sebuah komunitas. Sejak saya bergabung di jejaring sosial ini, saya terkesan dengan eratnya rasa persaudaraan mereka. Hubungan mereka ternyata tidak hanya berjalan di dunia maya tapi juga merambah dunia nyata dengan melakukan serangkaian kegiatan kopdar. Hal ini menjadi sebuah fenomena tersendiri dan belum pernah ada user sebuah jejaring sosial dipertemukan dengan sesamanya dalam jumlah yang banyak. Bukan hanya kopdar, mereka juga kerap menggelar kegiatan sosial atau sekedar memberikan informasi tentang kegiatan sosial yang sedang atau yang akan dilaksanakan. Sebuah terobosan dan two thumbs up untuk itu.
Namun, jujur, saya sebenarnya tidak begitu suka bergabung dengan sebuah komunitas. Menurut saya sebuah komunitas hanya akan membatasi ruang gerak kita untuk bisa bergaul dengan banyak orang. Suka atau tidak, paham primordialisme atau kedaerahan, atau dalam hal ini kekomunitasan masih lekat dalam pikiran kita. Kita akan cenderung lebih mementingkan komunitas kita di atas segala-galanya. Kita akan cenderung lebih memperhatikan status teman-teman yang sekomunitas dengan kita. Mungkin inilah yang menjadi boomerang bagi saya. Karena saya tidak bergabung ke dalam sebuah komunitas, saya merasa seperti menjadi kaum minoritas dan merasa tersisih dari pergaulan koprol. Salah satu indikasinya tentu bisa dilihat dari Update Status saya. Misalnya, dalam sehari saya update status sebanyak 10 kali. Dari jumlah itu mungkin yang ada komentarnya hanya 20% nya saja, lainnya dibiarkan dingin dan garing kayak nasi kering. Dan dari 250 sekian teman saya, hanya orang-orang itu saja yang mendominasi 20% komentar di status saya. Atas dasar itulah kemudian timbul pikiran, apa akun saya ini invicible ya sampe ga bisa diliat user lain, atau emang pura-pura ga diliat kali yah. Tapi hal tersebut bukan sebuah masalah serius bagi saya. Saya ga terlalu mementingkan status saya dikomentari atau sekedar dibump. Bagi saya bisa menghadirkan kata-kata, yang mungkin ga penting, di Koprol adalah sebuah kebanggan. Diluar itu, saya bersedia menanggung segala konsekuensinya.:)
Tapi apapun itu, inilah jejaring sosial. Sebuah wadah tempat kita bersosialisasi dengan sesama. Dan kata sosial biasanya sangat erat kaitannya dengan perasaan saling menghormati dan saling menghargai.

0 Comment(s):

Leave A Reply

Important : If you're looking for further clarification, advice or support, please address by email.